Ada air, adalah ikan.
Ada
negeri tentulah ada rakyatnya.
Ada aku dipandang hadap, tiada aku dipandang
belakang.
Kasih
sayang hanya waktu berhadapan saja, setelah berjauhan lalu dilupakan.
Ada angin, ada pokoknya (= pohonnya).
Segala
sesuatu mestilah ada asal mulanya.
Ada asap ada api
Beberapa
hal di dunia ini amat sulit atau bahkan mustahil disembunyikan.
Ada bangkai, adalah hering.
Ada
perempuan jahat, adalah lelaki jahat yang mengunjunginya.
Ada batang mati, adalah cendawan tumbuh.
Di mana
juga kita tinggal, akan ada rezeki kita.
Ada batang, cendawan tumbuh.
Tiap-tiap
negeri ada undang-undang dan adat resamnya masing-masing.
Ada beras, taruh dalam padi.
Rahasia
hendaklah disimpan baik-baik.
Ada biduk, serempu pula.
Tidak
puas dengan apa yang sudah dimiliki.
Ada bukit, ada paya.
Ada baik,
ada jahat; ada miskin, ada kaya.
Ada bunga, ada lebah
Orang
yang kaya akan digerogoti oleh teman-temannya.
Ada gula, ada semut.
Di tempat
orang mudah mendapat rezeki, banyaklah orang berkumpul.
Ada hari, ada nasi.
Asal
masih hidup, tentu akan beroleh rezeki.
Ada hujan ada panas, ada hari boleh balas.
Perbuatan
jahat itu sewaktu-waktu akan mendapat balasan juga.
Ada jarum hendaklah ada benangnya.
Tiap-tiap
suatu itu ada pasangannya.
Ada kerak, ada nasi.
Tiap-tiap
suatu kejadian itu tentu ada bekasnya.
Ada laut, ada perampok.
Tiap-tiap
suatu itu ada pasangannya.
Ada nasi di balik kerak.
Masih ada
sesuatu yang belum diselesaikan atau belum diperhatikan.
Ada nyawa ada rezeki.
Asal
masih hidup, tentu akan beroleh rezeki.
Ada padang, ada belalang
Ada
negeri tentulah ada rakyatnya.
Ada padi masak, adalah pipit.
Di tempat
orang mudah mendapat rezeki, banyaklah orang berkumpul.
Ada padi semua kerja jadi, ada beras semua
kerja deras.
Orang
yang mampu (= kaya, berilmu) segala maksudnya mudah tercapai.
Ada padi, segala menjadi.
Orang
yang mampu (= kaya, berilmu) segala maksudnya mudah tercapai.
Ada paha ada kaki, ada nyawa ada rezeki.
Setiap
orang mempunyai rezeki dan jodohnya sendiri.
Ada pasang surutnya.
Untung
dan malang tidak tetap.
Ada persembahan ada kurnia.
Berbuat
baik dibalas baik.
Ada rotan , ada duri.
Dalam
kesenangan tentu ada kesusahannya.
Ada rupa, ada harga.
Harga
barang menurut rupanya (= keadaannya).
Ada sama dimakan, tak ada sama ditahan.
Baik
derita dan bahagia dirasakan bersama-sama.
Ada sampan hendak berenang.
Sengaja
bersusah payah.
Ada seperti tampaknya apung-apung.
Barang
yang dihajati telah ada tetapi belum tentu dapat diambil atau dipakai.
Ada sirih hendak makan sepah.
Ada yang
baik, hendakkan yang buruk.
Ada tangga hendak memanjat tiang.
Berbuat
sesuatu dengan tidak menurut aturan.
Ada uang abang disayang, tak ada uang abang
ditendang.
Melakukan
sesuatu yang baik jika ada maunya saja.
Ada uang abang disayang, tak ada uang abang
payah.
Seorang
yang mampu mencukupi kebutuhan keluarganya akan dipuji banyak orang, tetapi
jika ia tidak mampu akan banyak mendapat caci maki.
Ada ubi ada batas, ada masa boleh balas.
Perbuatan
jahat itu sewaktu-waktu akan mendapat balasan juga.
Ada ubi ada talas, ada budi ada balas.
Berbuat
baik dibalas baik, berbuat jahat dibalas jahat.
Ada udang di balik batu
Ada
maksud yang teersembunyi.
Sumber: http://www.peribahasa.net/peribahasa.php?abjad=A&page=1#sthash.1iP3lFDo.dpuf